Anatomi Sengketa Agraria Yang Menimbulkan Konflik Sosial

Registrasi / Login Untuk Membaca ...
Penelitian ini mendasarkan pemikiran pada hubungan antara konflik sosial di sektor agraria dengan pelanggaran hak asasi manusia dalam dua lapisan, yakni: pelanggaran hak asasi manusia sebagai simptom dari konflik sosial, dan pengingkaran hak asasi manusia yang berkelanjutan menjadi penyebab terciptanya konflik sosial. Relasi dalam dua lapisan ini terafirmasi dalam temuan dan analisis pada penelitian ini. Secara khusus, penelitian ini menyoroti berbagai aspek terkait regulasi di sektor agraria, yang dikhususkan pada lima komponen meliputi: pengadaan tanah untuk pembangunan, perkebunan, kehutanan, pertambangan, dan pertanahan non-perkebunan dan non-kehutanan. 
 
Sifat lintas sektoral yang terdapat dalam konflik agraria secara langsung memerlukan sebuah studi dan analisa multi-disipliner dalam rangka mencari jalan keluar terhadap persoalan yang ada. Dalam penelitian ini, mengindikasikan konflik norma yang meliputi beberapa hal: Pertama, regulasi yang mengatur tentang tanah dan sumber daya alam belum sepenuhnya mengatur tentang ketersediaan saluran keterlibatan masyarakat secara langsung dalam pengambilan keputusan terkait penguasaan dan pemanfaatan lahan; Kedua, regulasi tersebut gagal untuk mengantisipasi ketimpangan penguasaan lahan. Dalam hal ini, simptom dari ketimpangan penguasaan lahan ialah lemahnya perlindungan hak tenurial atas tanah baik secara individual dan komunal, terutama masyarakat tradisional, serta belum tersedianya preferential treatment kepada masyarakat miskin, khususnya para petani yang tidak memiliki tanah; Ketiga, regulasi yang ada juga gagal dalam mengatur penanganan konflik sosial di sektor agraria dan sumber daya alam; Keempat, regulasi yang dipetakan dalam penelitian ini memiliki dampak terhadap perlindungan hak asasi manusia, baik hak sipil dan politik maupun hak ekonomi, sosial, dan budaya. Secara khusus, putusan Mahkamah Konstitusi dalam beberapa kasus pengujian undang-undang menunjukkan hal tersebut. 
 
Buku hasil penelitian Anatomi Sengketa Agraria yang Menimbulkan Konflik Sosial (Studi tentang Dampak Regulasi Pusat dan Daerah di Sektor Agraria terhadap Pelanggaran Hak Asasi Manusia) sangat penting untuk dibaca, karena hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan solusi dalam mengurai begitu kompleksnya konflik sosial yang bersumber dari sengketa agraria. Buku ini menyediakan data dan informasi tentang mekanisme penanganan konflik agraria yang berdimensi HAM. Pada akhimya, rekomendasi dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbang pemikiran dalam menjawab isu strategis kepastian hukum hak kepemilikan tanah yang merupakan salah satu isu strategis dalam agenda pembangunan nasional 2015-2019, yaitu untuk memperkuat kehadiran negara dalam melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.