Kompilasi Laporan Workshop Pedoman Penanganan Korban Perdagangan Orang

Registrasi / Login Untuk Membaca ...
Terjadinya tindak pidana perdagangan orang sangat dipengaruhi oleh situasi sosial, ekonomi, budaya atau faktor-faktor Iain. Kebanyakan faktor-faktor ini memiliki pola yang sama dibanyak negara sehingga pada dasarnya mudah bagi negara untuk melihat faktor-faktor apa yang signifikan mempengaruhi terjadinya kasus perdagangan orang. Perlu diingat karena karakteristik dari tindak pidana ini adalah kejahatan yang terorganisir, maka pola-pola yang disebutkan di atas melibatkan satu mata rantai yang panjang.

Upaya penanggulangan berbagai bentuk perdagangan orang telah dilakukan oleh pemerintah melalui sejumlah peraturan dan diimplementasikan dalam berbagai kebijakan. Namun. dalam pelaksanaannya aturan dan kebijakan tersebut tidak dapat menanggulangi terjadinya tindak pidana perdagangan orang secara maksimal. Oleh karena itu peran masyarakat menjadi penting dalam melakukan upaya pencegahan terjadinya tindak pidana perdagangan orang dan membantu penanganan korban perdagangan orang melalui berbagai upaya yang dapat dilakukan. Mengingat keterbatasan Pemerintah Pusat/Daerah dalam penanganan tindak pidana perdagangan orang, maka sebagai bentuk prefentif perlu dibangun partisipasi masyarakat sebagai salah satu unsur penting dalam upaya pencegahan dan penanganan korban perdagangan orang yang diharapkan mampu meminimalisir dampak sosial yang dimaksud. Oleh karena itu pemahaman para tokoh masyarakat terhadap masalah perdagangan orang menjadi penting untuk dibangun. 

Berkenaan dengan pentingnya membangun pemaharnan masyarakat, Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM telah melaksanakan Workshop Pedoman Penanganan Korban Perdagangan Orang di Provinsi Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, dan Jawa Timur, yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan peran stakeholders dalam penanganan korban tindak pidana perdagangan orang.