PEMBINAAN NARAPIDANA TERORIS DALAM UPAYA DERADIKALISASI DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN

Registrasi / Login Untuk Membaca ...
Penanganan perkara kejahatan luar biasa (extra ordinary crimes) berbanding lurus dengan usaha ekstra keras (extra ordinary efforts) yang harus dilakukan semua unsur. Ketika pelaku tindak pidana teroris tertangkap dan harus melalui tahapan penyidikan/ penyelidikan, penuntutan dan peradilan yang berakhir dengan memperoleh vonis Hakim, maka institusi yang menjalankan fungsi pembinaan adalah Kementerian Hukum dan HAM-Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Cq. Lembaga Pemasyarakatan. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memiliki peran yang sangat strategis dalam pemberantasan tindak pidana terorisme. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memiliki fungsi untuk membina napi, termasuk napi teroris agar pada saat bebas nanti, napi tidak mengulangi lagi tindak pidananya dan menjadi warga negara yang berperilaku sesuai dengan norma dan peraturan yang berlaku serta menjadi pribadi yang bertanggungjawab. Upaya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terhadap narapidana terorisme antara lain adalah dilakukannya profiling, assessment dan Penelitian Kemasyarakatan untuk menentukan penempatan serta penentuan program pembinaan yang tepat bagi narapidana terorisme. itu, Ditjen PAS juga telah melakukan pemisahan narapidana teroris di blok khusus serta melakukan program deradikalisasi, yang mencakup penyuluhan agama, dialog agama, conflict management trainning, life skill, serta pembinaan nasionalisme.

Form Review