PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE PADA TINDAK PIDANA ANAK

Registrasi / Login Untuk Membaca ...
Restorative justice merupakan cara lain dari peradilan pidana yang mengedepankan pendekatan humanisme pelaku disatu sisi, dan korban serta masyarakat disisi lain sebagai perwujudan untuk mencari serta kembali kepada pola hubungan baik. Proses ini dilakukan melalui deskresi (kebijakan) dan diversi yaitu pengalihan dari proses peradilan pidana ke proses non formal melalui musyawarah. Kejahatan anak dengan perkataan lain anak yang berhadapan dengan hukum, dalam era perlindungan hukum dan perlindungan hak asasi manusia (HAM), diatur dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UUSPPA), yang didalamnya melekat restorative justice dan diversi. Disamping itu, juga diatur dalam Undang-undang Nomor 31 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Saksi dan Korban, serta Undangundang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Rumusan masalah berkenaan pelaksanaan UUSPPA, yaitu bagaimana penerapan restorative justice dalam tindak pidana anak, kesiapan jajaran penegak hukum, dan institusi terkait, berikutnya bagaimana sistem pemindanaan dan tindakan, serta bagaimana model dan konsep perlindungan terhadap anak sebagai pelaku, anak korban, dan anak saksi. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris. Melalui penelitian di tiga wilayah Provinsi, yaitu DKI Jakarta, Bali dan Kalimantan Barat, diperoleh hasil proses restorative justice dan diversi sudah berjalan meskipun keberlakuan UUSPPA baru berlangsung dua tahun. Institusi penegak hukum Kepolisian Republik Indonesia, masih terkendala, baik sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana. Kementerian Hukum dan HAM masih terkendala pembentukan Balai Pemasyarakatan di setiap Kabupaten/Kota, dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak. Dinas Sosial Provinsi, Kabupaten/ Kota, masih harus didukung melalui dekonsentrasi dari Kementerian Sosial. Untuk pemidanaan dan tindakan dalam artian normatif, sudah berjalan sebagaimana yang diharapkan. Sedangkan perlindungan hukum terhadap anak korban, serta anak saksi, masih harus diperjuangkan. Disamping itu, beberapa peraturan pelaksanaan dari UUSPPA, masih banyak yang belum dikeluarkan.
Kata Kunci: Restorative Justice dan Tindak Pidana Anak.

Form Review