Upaya Pencegahan dan Pemberantsan Pelaku Peyelahgunaan Konvergesi Media Untuk Bisnis Prostitusi Online

Registrasi / Login Untuk Membaca ...
Perkembangan teknologi komunikasi dan teknologi informasi terus mengalami peningkatan, salah satu faktanya adalah dengan adanya konvergensi media diantaranya media sosial : Facebook dan Blackberry Messenger maupun Twitter yang kemudian disalah gunakan oleh pelaku ciber crime untuk kegiatan bisnis prostitusi online. Pada bisnis prostitusi online selain dilakukan oleh pelaku sebagai pekerja sex komersial (PSK) itu sendiri secara mandiri tanpa perantara, dapat juga melalui perantara atau mucikari. Kegiatan bisnis prostitusi online sangat membahayakan karena dapat dilihat oleh “user” media sosial yang tidak terbatas dengan usia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji/ menganalisis upaya pencegahan yang dilakukan penyidik terhadap pelaku penyalahgunaan konvergensi media melalui media sosial sepertil Facebook, Blackberry Messenger dan microblogging Twitter untuk kegiatan bisnis prostitusi online. Sedangkan Upaya pemberantasannya dengan mengkaji/ menganalisis berbagai Undang-Undang yang terkait dengan bisnis prostitusi online yaitu: Pasal 296,297 dan 506 KUHP, Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Jo. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 diperbaharui dengan tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, UU No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan UU No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (UU PTPPO). Penelitian dilakukan di Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
 

Review


Form Review