Anda sedang berada di: » Substansi Hukum » kontroversi penjatuhan hukuman mati terhadap tindak pidana narkotika dalam perspektif hukum dan hak asasi manusia
BUKU TERBARU
PENGUNJUNG

Pengunjung hari ini : 202
Total pengunjung : 125127


Kategori: Substansi Hukum
Tahun : 2016
Kontroversi Penjatuhan Hukuman Mati terhadap Tindak Pidana Narkotika dalam Perspektif Hukum dan Hak Asasi Manusia
Permasalahan pidana mati seakan-akan tidak pernah selesai untuk dibicarakan karena selalu mengundang pendapat yang setuju dan tidak setuju, dengan berbagai alasan yang menjadi dasarnya.Hal itu tergerus balk secara filosofis, sosiologis maupun secara yuridis. Pidana mati memang merupakan jenis pidana terberat, karena dengan pidana mati nyawa manusia akan terengut, walaupun hak asasi manusia mempertahankan hidupnya. Penerapan hukuman mati di dunia selalu saja menjadi kontroversial, namun demikian hukuman mati hanya dilakukan bagi kejahatan-kejahatan yang sifatnya luar biasa, karena dapat menggangu instabilitas Negara dan ketertiban umum. Maraknya aksi kejahatan narkotika dan obat-obat terlarang ini telah menjadi ancaman yang sangat serius bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Ada sekitar dua juta dari pecandu narkoba dan obat-obat berbahaya atau sekitar 70% pemakai adalah generasi muda, termasuk di dalamnya remaja (seperti SMP, SMU). Untuk menghentikan kejahatan ini (narkoba) maka diperlukan suatu tindakan hukum yang benar-benar dapat membuat jera para pengedarnya. Oleh karena itu Pemerintah dan elemen masyarakat sudah sepantasnya mendukun gdan tidak perlu memperdebatkan lagi tentang penerapan hukuman mati. Narkoba tidak dapat membawa manfaat bagi manusia, justru yang ditimbulkan darinya hanyalah mudharat(kerusakan). 

Share on :
Dibaca : 124 kali
Komentar :


    Isi Komentar :

Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

  Login  Register

Buku Lainnya
Tahun : 2011
Tahun : 2014
Tahun : 2014
Tahun : 2015