ANALISIS PENANGANAN KONFLIK ANTAR ORGANISASI KEMASYARAKATAN DI SUMATERA UTARA (MEDAN) DAN JAWA TENGAH (SURAKARTA)

Registrasi / Login Untuk Membaca ...
Organisasi Kemasyarakatan hadir, tumbuh dan berkembang sejalan dengan sejarah perkembangan
bangsa. Dalam sejarah perjuangan kemerdekaan negara Republik Indonesia, Ormas merupakan
wadah utama dalam pergerakan kemerdekaan, pada satu sisi, Ormas merupakan sebuah bentuk
kebebasan fundamental yang dimiliki oleh setiap individu baik dalam kerangka etika maupun legal,
yang dilindungi dan dijamin pelaksanaannya oleh negara. Namun pada sisi lain, pelaksanaan

kebebasan fundamental tersebut justru ditengarai memiliki dampak negatif, yakni menabrak batas-
batas keajegan dan ketertiban sosial masyarakat Indonesia.

Penelitian ini melihat kebijakan pemerintah daerah dalam mengatasi konflik antar organisasi massa.
Adapun pokok masalah ini diurai dalam beberapa pertanyaan, yaitu bagaimanakah dinamika konflik
antar Ormas yang terjadi dan apa saja faktor penyebabnya, Kebijakan apa saja yang telah keluarkan
oleh Pemerintah Daerah dalam rangka pengananan konflik antar Ormas, Bagaimana pengaruh
kebijakan Pemda terhadap pengananan konflik antar Ormas.
Penelitian ini dianallisis dengan menggunakan teori mobilisasi sumber daya dan analisis circle of
conflict, untuk mendapatkan jawaban bagaimana Konflik Ormas yang terjadi di Sumatera Utara dan
Jawa tengah (Solo) dan bagaimana penanganan konflik oleh Pemerintah di kedua lokasi tersebut.
Penelitian ini menilai bahwa Pemda masih secara parsial menangani potensi konflik antar Ormas.
Kebijakan yang ada masih bersifat administratif ketimbang sepenuhnya memberdayakan Ormas
dalam mencapai tujuan bersama.
Kata kunci: Pemerintah, konflik, Ormas