BENEFICIAL OWNER: MENGENALI PEMILIK MANFAAT DALAM TINDAK PIDANA KORPORASI

Registrasi / Login Untuk Membaca ...
Korporasi wajib mengikuti penerapan prinsip mengenali pemilik manfaat paling lambat 1 Maret tahun 2019,
peumusan masalah adalah bagaimana prinsip pemilik manfaat sebenarnya dalam tindak pidan korporasi,
Penelitian ini bertujuan untuk mendukung pembentukan dan pengembangan Hukum di Indonesia, serta dasar
perumusan kebijakan terkait penerapan benefecial owner dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana
korporasi, dengan metode penelitian yuridir normatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
penerapan beneficial owner belum efektif, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut: faktor strength
yaitu keberadaan sistem aplikasi yang cukup membantu pemilik manfaat; faktor weakness yaitu informasi BO
belum lengkap (up to date) dan keterbatasan sumber daya manusia, belum adanya penilaian risiko BO terhadap
Tindak pidana, sosialisasi yang rendah; faktor opportunity (peluang) yaitu penerimaan sanksi; faktorthreat
(ancaman) yaitu tidak adanya definisi jelas tentang BO dan ketentuan mengenai saham nominee serta tidak
ada mekanisme check and balance serta pengawasan antara kementerian atau lembaga, maka perlu dilakukan
perubahan dalam rancangan peraturan perundang-undangan KUHPdan perubahan UU Korupsi. Pengembangan
aplikasi untuk memudahkan dalam menyampaikan informasi pemilik manfaat; Pemberian notifikasi korporasi
yang tidak melakukan declare dalam rangka pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang;
sosialisasi dan literasi mengenai prinsip mengenali pemilik manfaat kepada notaris dan korporasi.
Kata kunci: beneficial owner, tindak pidana korporasi