DISKRIMINASI TERHADAP AGAMA TRADISIONAL MASYARAKAT HUKUM ADAT CIGUGUR

Registrasi / Login Untuk Membaca ...
Salah satu corak dari masyarakat hukum adat ialah bersifat magis religius. Sifat magis religius yang ada pada
masyarakat hukum adat Cigugur, salah satunya, berwujud Ajaran Djawa Sunda. Walaupun Ajaran Djawa
Sunda sudah sejak lama hadir, tapi keberadaannya tidak luput dari diskriminasi. Bentuk-bentuk diskriminasi
yang dialami oleh para pemeluk Ajaran Djawa Sunda di Cigugur, antara lain, mulai dari pelarangan beberapa
aktivitas keagamaan Ajaran Djawa Sunda, pengondisian secara sistematis agar para pemeluknya berpindah
ke agama yang diakui oleh negara, bahkan sampai ke tindakan pelecehan secara fisik. Diskriminasi tersebut
disebabkan oleh beberapa hal, seperti adanya bentuk-bentuk intervensi dari hukum negara dan persoalan
pengakuan secara yuridis terhadap keberadaan masyarakat hukum adat. Penelitian ini menggunakan metode
penelitian hukum nondoktrinal. Data yang digunakan diperoleh melalui penelusuran kepustakaan, pengamatan,
dan wawancara kepada beberapa narasumber yang relevan.
Kata Kunci: Agama Tradisional, Diskriminasi, Pengakuan