HAKIM KOMISARIS DAN MISCARRIAGE OF JUSTICE DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA

Registrasi / Login Untuk Membaca ...
Proses penegakan hukum pidana ternyata dapat menimbulkan pelanggaran terhadap hak asasi pelaku
sebagai akibat dari tindakan-tindakan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum pidana. Berkaitan dengan
hal itu sebagaimana hukum acara pidana menyediakan sarana untuk menguji tindakan-tindakan aparat
penegak hukum yang melanggar hak asasi manusia. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah
Bagaimana fungsi hakim komisaris dalam menangani Miscarriage of Justice menurut sistem peradilan pidana
di Indonesia? Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum normatif/
pendekatan diskriptif analisis. Keberadaan hakim komisaris dengan maksud untuk lebih memberi jaminan
perlindungan terhadap HAM seseorang yang menjadi tersangka/terdakwa dalam proses peradilan pidana.
Dengan adanya hakim komisaris mencegah terjadinya perbedaan pandangan mengenai keabsahan tindakan
hukum pada pemeriksaan pendahuluan yakni mengenai keabsahan penangkapan, penahanan, penggeledahan,
dan penyitaan karena tindakan hukum tersebut terkait dengan persoalan hak asasi manusia yang ditetapkan
sebagai tersangka/terdakwa yakni mengenai kemerdekaan dan kebebasan, kepemilikan terhadap harta
kekayaan dan perlindungan terhadap rasa aman dan tentram. Jaminan perlindungan terhadap hak tersangka/
terdakwa pada tahapan pemeriksaan pendahuluan sebagai perwujudan dari fungsi hukum acara pidana yaitu
menyelenggarakan peradilan yang adil (fair trial) dalam rangka untuk menemukan kebenaran materiil atau
kebenaran yang hakiki. Dan upaya paksa yang dilakukan oleh Penyidik untuk mendapatkan bukti permulaan
yang cukup bukan hanya diserahkan sepihak kepada penyidik akan tetapi harus ada pengujian yang dilakukan
oleh hakim komisaris.
Kata kunci: hakim komisaris; miscarriage; peradilan pidana