HUKUM HARTA BERSAMA DITINJAU DARI PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG PERKAWINAN DAN KUH PERDATA

Registrasi / Login Untuk Membaca ...
Harta perkawinan merupakan masalah yang sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan suami-istri,
utamanya apabila mereka bercerai, sehingga Hukum Harta Perkawinan itu sudah memainkan peranan yang
penting dalam kehidupan keluarga bahkan sewaktu perkawinan masih berjalan mulus. Akan sulit dimengerti
bagaimana kelangsungan suatu perkawinan apabila dalam perkawinan tersebut tidak didukung oleh adanya
harta kekayaan. Mengingat begitu pentingnya harta benda keluarga dalam sebuah perkawinan maka penelitian
ini ingin mengerahui bagaimana harta benda bersama ditinjau dari perspektif undang-pundang perkawinan
dan KUH Perdata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian normatif, atau
studi kepustakaan yakni suatu penelitian yang dilakukan atau didasarkan kepada ketentuan-ketentuan yang
seharusnya. Penelitian ini menemukan bahwa. Menurut ketentuan undang-undang perkawinan bahwa harta
benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama. Secara yuridis formal dapat dipahami
pengertian harta bersama adalah harta benda suami-istri yang didapatkan selama perkawinan. Sedang kan
mneueut KUHPerdata berdasarkan Asas maritale macht, maka dalam Pasal 124 ayat (1) dan ayat (2) KUH
Perdata ditentukan bahwa, “Suami sendiri harus mengurus (beheren) sendiri harta kekayaan perkawinan, tanpa
campur tangan istri, suami diperbolehkan menjual, memindahtangankan dan membeban. Kesimpulan dari
penelitian yaitu harta benda punyak hak masing-masing tidak bisa untuk dimiliki, tidak bisa digabung. Semua
harta benda yang diperoleh dari pembawaan para pihak sebelum perkawinan dapat digunakan bersama utnuk
kepentingan bersama dalam rumah tangga.
Kata kunci: Hukum, Harta, Bersama