PELAKSANAAN UPAYA PERDAMAIAN DALAM PERKARA PERCERAIAN (Suatu Kajian terhadap Putusan Verstek pada Mahkamah Syar’iyah Bireuen)

Registrasi / Login Untuk Membaca ...
Pasal 39 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan jo. Pasal 31 Peraturan Pemerintah
Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo. Pasal 65 dan Pasal 82
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama jo. Pasal 115 Instruksi Presiden Nomor 1
Tahun 1991 tentang Penyebaran Kompilasi Hukum Islam menyatakan hakim wajib mengupayakan perdamaian
kepada para pihak pada setiap persidangan secara efektif dan optimal untuk mencegah terjadinya perceraian.
Namun pada praktiknya, upaya tersebut masih belum dilakukan secara maksimal sehingga perkara perceraian
terus menerus meningkat terutama putusan verstek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan
dari upaya perdamaian dalam perkara perceraian di Mahkamah Syar’iyah Bireuen serta penyebab tidak
tercapainya perdamaian sehingga diputus secara verstek. Metode dalam penelitian ini adalah yuridis empiris.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan upaya perdamaian di Mahkamah Syar’iyah Bireuen belum
efektif dan optimal untuk mencegah terjadinya perceraian terutama dalam perkara verstek. Hal ini disebabkan
oleh kinerja hakim yang belum maksimal dalam mengupayakan perdamaian di setiap persidangan. Selain itu,
ketidakhadiran salah satu pihak dengan maksud untuk mempermudah proses perceraian serta telah adanya
keinginan dari para pihak untuk bercerai menjadi penyebab perdamaian semakin sulit dicapai, sehingga pada
akhirnya hakim menjatuhkan putusan perceraian secara verstek.
Kata Kunci: Upaya Perdamaian, Perkara Perceraian, Putusan Verstek