PEMBATALAN PUTUSAN ARBITRASE

Registrasi / Login Untuk Membaca ...
Putusan arbitrase bersifat final and binding artinya terhadap putusan tersebut tidak dapat dilakukan
upaya hukum. Sebagai antisipasi terhadap kemungkinan kesalahan dalam putusan arbitrase maka
dibuatlah suatu klausul dalam undang-undang yang mengatur pembatalan putusan arbitrase.
Pembatalan adalah suatu mekanisme kontrol terhadap kemungkinan kesalahan arbiter maupun para
pihak. Dengan adanya aturan pembatalan dalam undang undang maka putusan tidak bersifat mutlak.
Di dalam pelaksanaannya disinyalir sering dipergunakan oleh para pihak, khususnya yang kalah untuk
menunda atau mengulur waktu pelaksanaan suatu putusan arbitrase. Untuk mengetahui lebih lanjut
mengenai pembatalan putusan arbitrase maka perlu dilakukan suatu penelitian. Permasalahan yang
diteliti dalam penelitian ini adalah, pertama bagaimanakah pengaturan pembatalan arbitrase dalam
beberapa peraturan yang berlaku di Indonesia dan yang kedua apa akibat yang timbul dengan adanya
klausul pembatalan putusan arbitrase. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah normatif
yuridis yakni dengan menggunakan data sekunder. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini
adalah bahwa syarat pembatalan yang terdapat Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang
Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa lebih sempit bila dibandingkan dengan syarat
pembatalan putusan arbitrase dalam beberapa peraturan lainnya dan akibat adanya klausula
pembatalan maka di satu sisi kesalahan dalam putusan arbitrase dapat dihindari akan tetapi juga
memperlambat pelaksanaan putusan, apabila ada gugatan. Berdasarkan kesimpulan ini disarankan agar
klausul mengenai pembatalan arbitrase direvisi.
Kata Kunci: arbitrase; pembatalan putusan