PERLINDUNGAN YANG SEIMBANG PARA PIHAK DALAM PEMBUATAN AKAD MURABAHAH

Registrasi / Login Untuk Membaca ...
Hubungan para pihak yang tertuang dalam bentuk akad pembiayaan Murabahah adalah suatu hubungan
hukum yang dapat menimbulkan akibat hukum tertentu. Bank syariah dengan menyalurkan dana kepada
nasabahnya, tentu saja tidak menginginkan kerugian dari hubungan hukum tersebut, sebaliknya, pihak
nasabah dapat mengambil manfaat dari dana yang dipinjam dari bank syariah untuk kepentingan usaha
(bisnis), seperti perluasan pemasaran produk, peningkatan kualitas produk, pengadaan peralatan, modal
kerja, dan lainnya. Sebagai suatu hubungan hukum yang dapat menimbulkan akibat hukum, maka jika
salah satu pihak, khususnya nasabah tidak dapat memenuhi kewajibannya, yakni mengembalikan
pinjaman sesuai waktu dan besaran jumlah yang diperjanjikan, tentunya dapat berakibat adanya tuntutan
hukum dari pihak bank syariah. Akad pembiayaan Murabahah, yang seharusnya merupakan bentuk jual
beli, adalah suatu hal baru dalam perbankan oleh karena tidak dikenal dalam perbankan konvensional.
Bai’ al-murabahah adalah jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang
disepakati dalam baik al-murabahah, penjual harus memberitahu harga produk yang ia beli dan
menentukan suatu keuntungan sebagai tambahannya.
Kata Kunci: perlindungan yang seimbang; para pihak; akta murabahah