PRAKTIK ADAT TENTANG KETIDAKBOLEHAN MENIKAH PADA BULAN RAMADAN DAN SYAWAL (NYOWOK) DI DESA SOKONG KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN LOMBOK UTARA PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA

Registrasi / Login Untuk Membaca ...
 Perkawinan yang dilakukan antara laki-laki dan perempuan harus memilik syarat-syarat perkawinan. Syarat
tersebut telah diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 1974 dan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Pasal 10
mengatur tentang hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. Dari semua aturan tersebut tidak ada satu pun
larangan mengisyaratkan perkawinan pada bulan-bulan tertentu, namun masyarakat Desa Sokong walaupun

beragama Islam, masih memegang teguh adat. Di mana perkawinan tidak boleh dilangsungkan pada bulan-
bulan tertentu. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menyoroti bagaimana Praktik adat nyowok di Desa

Sokong Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara beserta tinjauan Hak Asasi Manusia. Metode penelitian
yang digunakan adalah kualitatif, yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti kondisi yang terjadi
di lapangan yang terkait permasalahan dari penelitian ini. Penelitian ini bersifat deskriptif, sumber data primer
dan sekunder. Dengan ketidakbolehan menikah pada bulan Ramadan dan Syawal dikarenakan alasan-alasan
tertentu hendaknya melihat dampak yang terjadi bagi masyarakat dan hendaknya memperhatikan hak
berkeluarga dan melanjutkan keturunan yang merupakan hak asasi manusia.
Kata kunci: perkawinan; Ramadan; Syawal; hak asasi manusia.