PRINSIP NON-INTERVENSI BAGI ASEAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA (Non-Interference Principle in ASEAN Reviewed from Human Rights Perspective)

Registrasi / Login Untuk Membaca ...
Prinsip non-intervensi yang dijadikan pedoman oleh ASEAN disinyalir sudah tidak relevan dengan
perkembangan zaman saat ini. Dari sekian konflik internal yang terjadi di ASEAN, banyak diantaranya yang
melanggar nilai-nilai universal HAM dan demokrasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kompatibilitas
(kesesuaian) antara prinsip non-intervensi dengan norma dan prinsip hak asasi manusia. Metode penelitian
ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, kemudian dilakukan analisis secara kualitatif
terhadap substansi, konteks berdasarkan data sekunder. Adanya penerapan Prinsip non-intervensi secara
nyata memperburuk perlindungan, penghormatan dan pemenuhan Hak Asasi Manusia di ASEAN. Selain itu
dengan adanya prinsip tersebut ASEAN menjadi tidak mampu untuk menyediakan legislasi yang mengikat
dan implementasi yang baik dalam penanganan kasus-kasus pelanggaran HAM. Adapun saran yang diberikan
adalah penerapan dalam Prinsip non-intervensi sebaiknya tidak dilaksanakan secara kaku sehingga dapat
memberikan ruang gerak bagi penegak hukum di bidang HAM dalam memberikan rekomendasi atau masukan
bahwa apa yang dilakukan oleh suatu negara anggotaASEAN telah menyimpang dari prinsip-prinsip HAM dan
kemanusiaan dunia internasional. Namun intervensi yang dilakukan diharapkan tidak melanggar kebebasan
politik sebuah negara, sehingga tindakan tersebut hanya bertujuan untuk memulihkan hak asasi manusia pada
suatu negara.
Kata Kunci: Prinsip Non-Intervensi, ASEAN, Hak Asasi Manusia.