PROBLEMATIKA STATUS KEWARGANEGARAAN ANAK MELAMPAUI BATAS USIA 21 TAHUN: STUDI KASUS PROVINSI BALI

Registrasi / Login Untuk Membaca ...
Undang-undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegraan menentukan bahwa usia 21 tahun adalah
batas usia untuk menentukan pilihan kewarganegaraannya. Ketentuan 21 Tahun tersebut apakah usia ideal
bagi anak untuk menetukan pilihannya memilih kewarganegaraannya. Di sisi lain di usia 21 tahun anak
masih dalam kondisi labil untuk menentukan pilihannya. Oleh karena itu, penelitian ini ingin mendapatkan
gambaran apakah usia 21 tahun waktu yang tepat untuk menentukan pilihan kewarganegaraannya bagi nak
hasil perkawiana campur?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum
empirik dengan pendekatan kualitatif. Dengan jenis dan pendekatan penelitian tersebut, peneliti
mengumpulkan data dan informasi untuk mendapatkan jawaban persoalan. Hasil penelitian didapatkan
bahwa sangat sulit bagi anak dalam usia 21 tahun untuk menetukan kewarganegaraannya, karena dalam usia
tersebut anak masih labil dan sebagaian besar anak tersebut masih menempuh pendidikan di negara asal
orang tuanya. Untuk itu, Ketentuan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan yang
mengatur batas usia 21 tahun perlu di rubah menjadi sampai batas usia 24 – 25 tahun.
Kata kunci: perkawinan campur; kewarganegaraan; anak